KPU Ingatkan Paslon Pilkada Tanjungpinang Jaga Kesucian Ramadan

KPU Ingatkan Paslon Pilkada Tanjungpinang Jaga Kesucian Ramadan

Anwar Sadat Guna – 22 Mei 2018 16:35 wib

ilustrasi Medcom.id

Batam: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang mengingatkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang 2018 tidak menggunakan rumah ibadah untuk berkampanye selama bulan Ramadan.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang Robby Patria menegaskan paslon yang berkampanye di rumah ibadah bisa diberikan sanksi.

“Mari sama-sama menjaga kesucian Ramadan dengan tidak berkampanye di rumah ibadah,” ujar Robby, Selasa, 22 Mei 2018.

Robby mengatakan, pasangan calon (paslon) boleh saja melakukan kegiatan keagamaan di masjid atau surau selama Ramadan. Misalnya dengan memberikan ceramah Ramadan.

Yang tidak boleh, kata dia, saat ceramah menumpang berkampanye dengan mengarahkan jamaah untuk memilih paslon tertentu. Apalagi secara terang-terangan membagikan barang yang dilengkapi stiker atau kartu nama paslon.

“Kalau mau ceramah Ramadan itu baik karena bisa mencerahkan masyarakat. Yang tidak baik, ceramah mengajak masyarakat memilih paslon tertentu,” kata Robby.

Proses kampanye dua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang masih berjalan baik. Sejauh ini belum ada paslon dilaporkan menggunakan money politics atau membagikan barang yang melebihi ketentuan yang dilarang.

“Barang yang diberikan kepada warga tidak boleh lebih dari Rp25.000 per item. Misalnya payung atau gelas, harga per unitnya hanya Rp25.000 saja,” kata Robby.

Seluruh pengeluaran paslon, terang dia, akan diaudit oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk KPU Kota Tanjungpinang.

“Akan diaudit, apakah benar pengeluaran untuk alat atau barang tersebut sesuai atau melebihi dana kampanye yang ditetapkan KPU bersama paslon sejumlah Rp6,16 miliar,” paparnya.

Kalau melihat laporan penerimaan dana kampanye sampai 20 April 2018, kata Robby lagi, paslon saat ini belum banyak mendapatkan sumbangan. Laporan paslon yang masuk ke KPU, sumbangan yang mereka terima tidak lebih dari Rp200 juta.

“Kami tidak tahu apakah dengan dana sebanyak itu paslon dapat melakukan kampanye dengan maksimal atau tidak. Karena mereka mematok dana kampanye selama masa kampanye 15 Februari hingga 23 Juni 2018 sebesar Rp6 miliar,” tuturnya.

“Tetapi kalau kami lihat sekarang, sumbangan penerimaan dana kampanye kedua paslon sangat kecil dari batasan maksimum,” tambah mantan wartawan Batam Pos itu.

Robby menuturkan, untuk membantu paslon melakukan sosialisasi, KPU akan memfasilitasi iklan paslon di media cetak, elektronik, radio, dan online dimulai pada Juni.

Iklan tersebut akan dipasang di media massa di Kepri. Untuk itu, KPU mengharapkan paslon segera menyerahkan desain iklan tersebut ke KPU.

“Kami sebenarnya sudah mengingatkan kedua paslon untuk menyerahkan desain iklan. Supaya pada saatnya tiba, kami tidak menunggu lagi dan langsung dipasang,” ujar Robby.

Pemasangan iklan tersebut, menurutnya, merupakan upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan membantu mengenalkan visi misi paslon kepada masyarakat Tanjungpinang.

Pilkada Kota Tanjungpinang 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni; Syahrul-Rahma dan pasangan Lis Darmansyah-Maya.

(ALB)

(Sumber : http://m.metrotvnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *