Menjaga dan Menyukseskan Pilkada 2020

Menjaga dan Menyukseskan Pilkada 2020

Oleh: Virda Oktaviani Mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tahun ini pelaksanaan Pemilihan Serentak Kepala Daerah dan Wakilnya yang sempat tertunda dikarenakan wabah pandemi COVID-19 telah ditetapkan dan akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020. Indonesia menggelar Pemilihan Kepala Daerah, masyarakat pemilih di Indonesia akan memberikan suaranya di Pemilihan Kepala Daerah. Masyarakat harus pandai dalam menentukan pilihannya, karena akan menentukan masa depan daerahnya.

Masyarakat meminta pasangan calon kepala daerah untuk dapat memperhatikan dan menahan diri agar tidak terjadi praktik pelanggaran dalam bentuk apapun. Pelanggaran yang sering terjadi menjelang hari pemilihan diantaranya adalah peraga kampanye yang masih terpasang melampaui batas waktu yang ditentukan, pengerahan pemilih, hingga potensi terjadinya ancaman kepada pemilih dalam menentukan pilihan didalam Pilkada.

Seluruh pengawasan pemilihan umum dan aparat Pilkada lainnya harus proaktif dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan konsisten terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di masa pemilihan dan pemungutan suara, serta memberikan jaminan perlindungan hak pilih warga negara.

Seluruh peserta Pilkada dapat berkompetisi secara sehat dengan menerapkan nilai-nilai kejujuran, sportifitas, dan patuh pada aturan yang ada. Serta tidak menggunakan cara-cara buruk seperti, menyebarkan berita hoax. Untuk menghadapi berita hoax maka sikap masyarakat seharusnya memastikan media mana yang menyebarkan berita tersebut atau menyaring sumber informasi yang didapat, tidak ikut menyebarkan berita hoax tersebut yang akan meresahkan masyarakat lain, dan memastikan berita tersebut dengan bertanya kepada orang sekitar untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Selain itu, masyarakat juga harus menghindari adanya politik uang. Masyarakat harus bersikap jujur dengan menolak politik uang dalam kampanye.

Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 menggunakan cara-cara baik dan damai demi meraih kemenangan, termasuk menjauhi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Penggunaan isu SARA dalam PILKADA dan pemilihan umum dapat menimbulkan perpecahan masyarakat. Dan didalam perbedaan pendapat juga dapat menimbulkan konflik.

Para pasangan calon kepala daerah diharapkan tidak merusak cara berpikir pemilih penyelenggara pemilihan umum dengan berupaya membeli suara. Dan yang paling penting dalam PILKADA adalah tidak ada demokrasi dengan kekerasan. Karena itu, tim sukses, tim kampanye, dan pasangan calon, jangan menggunakan cara-cara yang berpotensi mengancam pemilih.

Semua pihak harus mendukung terwujudnya Pilkada yang damai, aman dan berkualitas. Karena Pilkada yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Mari wujudkan Pilkada yang damai. Pilkada yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan untuk bebas dan merdeka dalam menentukan pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *