Pemuda dalam Pilkada

Pemuda dalam Pilkada

Oleh: Deva Parina Mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Pemilihan kepala daerah  (Pilkada atau Pemilukada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan Wakil Kepala Daerah. Kepala daerah dan Wakil kepala daerah yang dimaksud mencakup Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Provinsi, Bupati dan Wakil Bupati untuk Kabupaten dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Kota

Harapan besar tentu selalu ada dalam diri kita untuk sebuah perubahan kearah yang lebih baik. Salah satu elemen yang dianggap berperang penting dalam menentukan masa depan Indonesia  ialah Pemuda. Pemuda menjadi harapan dalam setiap  kemajuan di dalam suatu bangsa baik dengan ide-ide ataupun gagasan serta tindakannya. Menurut data yang dihimpun KPU, setidaknya ada kurang lebih 50% pemilih dalam kategori Pemuda  dari jumlah total jumlah pemilih Indonesia.

Ini tentu angka yang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan orang-orang yang akan mewakili kita semua di gedung parlemen.  Namun tidak sedikit yang menganggap bahwa pemuda saat ini cenderung apatis atau dengan kata lain kurang menaruh minat pada dunia politik

Pada mata kuliah pendidikan pancasila dikatakan bahwa ada kemungkinan penilaian orang terhadap dunia politik ialah berdasar pada apa terjadi dimasa lalu atau kejadian sebelumnya. Dimana banyak kasus yang menyeret para elit partai ke rannah Hukum, sehingga membuat pemuda cenderung memiliki penilaian negatif tentang politik dan segala yang berhubungan dengan itu dan menjadi alasan sikap apatisnya.

Akan tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar,  jika dilihat kilas balik sejarah mencatat peran pemuda dalam perubahan sosial dimasa lalu. Dalam catatan sejarah, pada 28 oktober 1924 lahir sebuah peristiwa yang dinamakan Sumpah Pemuda, hingga pada puncaknya yaitu Mei 1998 saat para pemuda mahasiswa bersatu nelengserkan rezim yang berkuasa. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemuda sebagai garda terdepan yang selalu ada dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran.

Sama halnya ketika kita melihat momentum Pilkada kemarin dimana keterlibatan pemuda dalm hal partisipasi terbilang tinggi. Maka tidak heran kalau para elit partai politik cukup gencar mencari perhatian para pemuda, mulai dari kampanye kekinian sampai pada gaya bahasa dan berpakaian semua di kontruksi agar dapat menarik perhatian para pemuda.

Kesadaran para pemuda juga akan tanggung jawab dimasa yang akan datang mau tidak mau mendorongnya untuk terlibat dalam dunia politik. Bahkan bisa kita lihat pada pemilu yang lalu dimana banyak partai politik mengusung calon dari kalangan pemuda hingga orang orang yang sering tampil di layar kaca, tentu untuk menarik perhatian para pemilih terkhusus dikalangan pemuda.

Untuk itu perlu kiranya para elit partai agar memberikan kontribusi terhadap para pemuda dengan memberikan contoh, menjadi panutan. Karena para tokoh inilah yang akan menjadi cerminan para pemuda dimasa yang akan datang. Seperti yang dikatakan dosen kami bahwasanya kita melihat sesuatu berdasarkan apa yang terjadi atau dialami dimasa lalu atau masa sebelumnya.

Maka dari itu keterlibatan pemuda dalam politik terkhusus pada Pilkada merupakan sebuah hal yang paripurna demi melihat Indonesia dimasa yang akan datang dengan optimis. pemilu merupakan titik awal generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini baik sebagai pemilih maupun orang yang dipilih.

Sebagai pemuda kita harus mengawal pembangunan dari tingkat paling bawah. Karena Indonesia kedepan akan ditentukan oleh kita para pemuda Sebagai agen perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *