PARTISIPASI PEMILIH PEMULA ATAU PEMILIH MUDA DALAM PILKADA

PARTISIPASI PEMILIH PEMULA ATAU PEMILIH MUDA DALAM PILKADA

Oleh : Rena Maulina
Mahasiswi program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Indonesia adalah negara dengan sistem pemerintahan demokrasi yang dimana warga negara memiliki hak untuk ikut serta dalam pengawasan jalannya pemerintahan. Warga negara Indonesia berhak memilih para wakilnya di pemerintahan dengan cara pemilu atau pemilihan umum yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk sebagai bukti negara Indonesia adalah negara dengan sistem demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat.

Pelaksanaan pilkada dilaksanakan sebagai bukti bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan sesuai, Pasal 1 dan 2 Undang–Undang Dasar 1945. Pelaksanaan pemilu merupakan suatu bentuk partisipasi politik yang terjadi di masyarakat karena partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negara dalam kegiatan yang legal dalam kehidupan politik untuk ikut serta mempengaruhi keputusan pemerintahan dan ikut serta memilih wakil-wakil rakyat dikursi pemerintahan.

Pemilu juga merupakan kehendak rakyat atau keinginan rakyat agar ada perubahan dalam proses pemilihan pemimpin melalui pemilu dengan sistem yang lebih baik dan terbuka baik dalam pemilihan presiden maupun kepala daerah. Tiap pelaksanaan pemilu pasti akan terdapat pemilih pemula yang baru pertama kali mengikuti atau memiliki hak mereka hak pilih untuk ikut serta dalam pelaksanaan pemilu baik itu pemilu presiden ataupun pemilihan kepala daerah.

Namun dalam kenyataan banyak pemilih pemula yang belum mengerti akan pentingnya keikutsertaan mereka dalam pemilu dan apa sajakah hak warga negera dalam pemerintahan terlebih dalam hak politik warga negara yang mereka miliki. Para pemilih pemula ini juga kurang merespon akan berita-berita tentang politik khususnya tentang pemilihan umum yang akan mereka ikuti sebagai salah satu hak politik warga negara yang mereka miliki.

Memperkenalkan hak politik warga negara terhadap para pemilih pemula atau pelajar ini perlu ada media sebagai penunjang untuk memperkenalkan hak politik itu sendiri kepada para pemilih pemula. Pemerintah mengantisipasi ketidaktahuan para pemilih pemula terhadap hak politik mereka dengan memberikan pendidikan pengetahuan hak dan kewajiban warga negara dalam kurikulum sekolah dalam hal ini pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang ada disekolah dan disesuaikan dengan tingkat pendidikanya. Namun masalah yang ada terkadang sekolah atau guru hanya memberikan pengertian-pengertian dari apa yang ada dipelajaran saja tanpa memberikan pendekatan akan pentingnya ikut serta para pemilih pemula dalam pemilu yang akan dilaksanakan.

Peran orang tua juga dianggap mempunyai andil dalam pengetahuan yang dimiliki pemilih pemula tentang hak politik mereka ketika pelaksanaan pilkada. Seharusnya para orang tua memberi masukan kepada anak-anaknya tentang apa itu pilkada dan memberikan saran pada anak-anaknya yang sudah menjadi pemilih pemula dalam menentukan calon yang akan mereka pilih bukan memaksa untuk memilih yang sama atau mengikuti pilihan orang tua, tetapi orang tua memberikan masukan agar sang anak dapat memilih sesuai dengan hati nurani mereka atau mana yang menurut mereka paling baik untuk menjadi sosok pemimpin daerah.

Pemilih pemula minim akan pengetahuan tentang para kandidat atau calon kepala daerah yang mengikuti pilkada di daerahnya. Mereka akan cenderung mengikuti pilihan orang tua atau teman sejawad maka para pemilih pemula ini menjadi sasaran yang bagus untuk mendapatkan suara bagi para kandidat dengan pendekatan yang menarik perhatian para pemilih pemula.

Oleh karena itu perlu adanya penanaman ilmu tentang hak dan kewajiban politik kepada mereka, karena kebanyakan pemilih pemula itu adalah pemula yang rata-rata memiliki pendidikan. Pemula yang memiliki pendidikan tentunya sangat mudah untuk member wawasan yang banyak tentang pengetahuan di bidang politik.  Satu suara dari mereka sangat-sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena yang terpilih menjadi seorang pemimpin daerahlah yang bisa menetukan baik atau tidaknya system pemerintahan yang ia kelola dalam suatu daerah.

Para pemilih pemula kebanyakan sangat berpengaruh dalam berjalannya bidang politik di Negara Indonesia yang mana termasuk Negara demokrasi. Mereka bisa memilih mana pemimpin yang baik yang bisa membuat perubahan dalam suatu pembangunan. Mereka yang sudah ditanamkan tentang ilmu politik akan memiliki pikiran kritis dan bisa langsung survey melihat keadaan suatu daerah yang dipimpin oleh mereka yang terpilih dalam pilkada. Dengan adanya survey tersebut tentunya para pemula bisa melihat kandidat mana yang sesuai untuk membuat perubahan dalam pembangunan daerah.

Peran pemilih pemula dalam pilkada sangat berpengaruh dalam berjalannya system ekonomi dan lainnya dalam suatu daerah. Para pemilih pemula lah yang harus diprioritaskan karena pemilih pemula adalah pemilih-pemilih yang baru pertama kali akan memberikan suaranya dalam pemilu. Pemilih pemula di Indonesia memiliki kontribusi besar bagi stabilitas politik di Negara ini tepatnya dalam pilkada, namun tidak sedikit pemilih pemula yang kebingungan atau dilemma antara apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukannya. Dibutuhkan peran dari semua pihak untuk membangun kerjasama termasuk pemilih pemula dalam menyukseskan pilkada, pemilih pemula ini kerap menjadi target dari peserta pemilu dan juga partai polituk.

Politik erat sekali kaitannya dengan kesadaran politik, karena semakin sadar bahwa dirinya diperintah,  maka mereka akan menuntut diberikan hak suara dalam penyelenggaraan pilkada. Oleh sebab itu pemuda atau pemilih pemula harus berkontribusi dalam mencapai keberhasilan pilkada dengan kecukupan asupan pendidikan politik.

Pentingnya peran dan partisipasi pemilih pemula sangat mewarnai dinamika pilkada, dengan demikian jumlah pemilih pemula cukup mempengaruhi, sehingga perlunya kesadaran bagi pemilih pemula dengan memanfaatkan hak memilih mereka dengan sebaik-baiknya. Karena satu suara dari mereka sangat berharga.  

Pemilih pemula harus bisa mengetahui tentang ilmu polktik dengan mengikuti sosialisai, bisa mencari informasi terkait bidang politik, mengetahui visi, misi, dan program peserta pemilu dengan cermat hal ini akan menentukan arah politik pemilih pemula dalam menentukan pilihan politiknya, mengenali riwayat calon dan partai politik, pemilih pemuda harus bisa memilih pemimpin yang sesuai dengan criteria pemipin yang baik, serta pemilih pemula harus bertanggung jawab untuk memilih pemimpin yang baik sebagai generasi penerus bangsa. Dengan pengetahuan tersebut pemilih pemula akan menjadi cahaya dari politik di Indonesia, karena adanya kesadaran diri untuk membentuk politik Indonesia yang baik.

Kesimpulannya adalah partisipasi pemula ini sangat baik untuk berlangsungnya kegiatan politik, tapi perlu adanya pendidikan dan pemahaman serta wawasan untuk memilih dalam pilkada, kenapa ? karena biasanya sebagai pemilih pemula dapat menjadi incaran beberapa partai politik yang ingin memanfaatkan suara dari semua kalangan, apalahi dari pemilih pemula. Maka dari itu untuk pemilih pemula sebaiknya perlu diadakannya sosialisasi agar suara dari setiap individu dapat tersalurkan sesuai dan tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *