PENTINGNYA SOSIALISASI KEPADA PEMILIH PEMULA GUNA MEMBENTUK KONSTITUEN PILKADA YANG BERKUALITAS

PENTINGNYA SOSIALISASI KEPADA PEMILIH PEMULA GUNA MEMBENTUK KONSTITUEN PILKADA YANG BERKUALITAS

Oleh: Muhammad Sazali Mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Pemilihan Kepala Daerah atau yang biasa disebut Pilkada merupakan pelaksanaan amanat demokrasi untuk rakyat memilih calon pemimpin di daerahnya, termasuk didalamnya Pemilih Pemula yang juga memiliki hak dan kewajiban berpartisipasi dalam pelaksanaan Pilkada tersebut. Lalu siapakah Pemilih Pemula itu?.

Berdasarkan Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 68, yakni “Warga Negara Republik Indonesia yang pada hari pemungutan suara pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih”. Pada umunya, mereka yang menggunakan hak pilihnya sebagai Pemilih Pemula (berusia 17 tahun/pernah menikah) belum memiliki informasi dan pemahaman yang cukup mengenai Pilkada. Hal tersebut cukup wajar karena mereka sebagai pemilih pemula belum memiliki pengalaman dalam pelaksanaan Pilkada. Sehinggga hal tersebutlah menjadi sesuatu yang sangat urgent untuk disosialisasikan dalam upaya pensuksesan Pilkada serta memberikan kesejahteraan kepada masyarakat untuk kedepannya.

Selain itu, mengingat secara umum pemahaman Pemilih Pemula terhadap partai politik masih rendah dan mudah dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, maka Sosialisasi mengenai Sistem dan aturan Pilkada yang baik merupakan tindakan yang sangat kooperatif dan sangat penting. Sosialisasi mengenai Pilkada kepada Pemilih Pemula merupakan salah satu cara dalam upaya mensukseskan Pilkada agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila serta menghasilkan pemilih cerdas dan berkualitas.

Dalam pelaksanaan Sosialisasi tersebut, maka hendaknya Pemilih Pemula diberikan pemahaman akan bagaimana cara menggunakan suaranya dalam pelaksanaan Pilkada dan hal yang tidak kalah penting adalah memahami 2 bahwa pelaksanaan Pilkada haruslah berpegang kepada asas-asas yang selama ini dijunjung oleh masyarakat Indonesia, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta memberikan pemahaman bahwa pelanggar atas asas-asas tersebut merupakan kejahatan yang termasuk dalam Tindak Pidana Pilkada yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Contohnya, dalam upaya untuk mendapatkan kedudukan oleh calon pemimpin daerah, maka tak dapat kita pungkiri bahwa terkadang mereka para calon pemimpin daerah melakukan tindakan yang tidak terpuji, seperti melakukan Money Politic, penyampaian hoaks serta melakukan Hate Speech yang semua itu merupakan racun demokrasi yang rentan menyasar kepada Pemilih Pemula.

Oleh sebab itu, pelaksanaan Sosialisasi menjadi suplemen awal agar Pemilih Pemula mampu menjadi pemilih yang bijak serta berkualitas dengan tidak mengaminkan segala Tindak Pidana Pilkada yang dilakukan oleh calon pemimpin daerah tersebut. Selain itu, penyelenggaraan Sosialisasi ini sangat berguna untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar turut andil dalam melaksanakan Hak dan Kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia dalam pelaksanaan Pilkada agar tidak termasuk dalam golput. Agar hal tersebut dapat terwujudkan, maka kesadaran akan pentingnya pelakasanaan Pilkada harus dimiliki oleh Pemilih Pemula agar mampu melaksanakan dan menggunakan suara yang mereka miliki dengan sebaik mungkin. Sehingga dalam pelaksanaan Sosialisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemahaman mengenai sistem Pilkada yang benar saja tetapi juga memberikan pemahaman dan penguatan atas nilai-nilai Pancasila yang sudah sepatutnya melekat dan tertanamkan dalam pelaksanaan kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam pelaksanaan Pilkada.

Tindakan Sosialisasi yang di upayakan untuk mensukseskan Pilkada terhadap Pemilih Pemula menjadi langkah awal untuk membentuk pelaksanaan demokrasi yang mampu mencerminkan nilai-nilai Pancasila, sebab kita ketahui bersama bahwa Pemilih Pemula nantinya akan menjadi pemilih (Konstituen) Pilkada untuk periode berikutnya sehingga Pilkada mampu berjalan dengan baik dikarenakan pemahaman dan kesadaran yang mereka miliki akan pentingnya demokrasi yang sesuai dengan asas-asas Pancasila. Dengan demikian, maka muncullah pemilih yang cerdas dan menumbuhkan masyarakat Madani di negara Indonesia yang mampu melaksanakan kehidupan sosial dan politik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila demi kesejahteraan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *