FENOMENA POLITIK UANG YANG MENJADI HAL BIASA DI PILKADA

FENOMENA POLITIK UANG YANG MENJADI HAL BIASA DI PILKADA

Oleh : Winni Fitri Astuti
Mahasiswi program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Pemilihan kepala daerah atau sering disebut dengan Pilkada  merupakan suatu ajang pemilihan para calon pemimpin daerah yang nantinya akan memimpin daerah tersebut hingga beberapa tahun kedepan. Banyak sekali orang-orang dari partai politik yang mencalonkan dirinya pada pemilihan ini. Menjadi seorang pemimpin merupakan suatu hal yang sangat di inginkan banyak orang.

Kalau kita lihat saat ini menjadi kepala daerah memiliki hidup yang sangat baik. “Menjadi kepala daerah enak, uangnya banyak” kata-kata ini sangat sering di ucapkan oleh masyarakat. Selain mendapatkan kekuasaan menjadi pemimpin juga dapat dihormati dan disegani banyak orang serta gaji yang cukup besar. Mungkin itu merupakan beberapa alasan yang menyebabkan banyak sekali orang-orang yang ingin menjadi kepala daerah. Dikarenakan hal itu tidak heran banyak sekali orang yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah berlomba-lomba dalam mendapatkan posisi tersebut.

Dalam mendapatkan kekuasaan tersebut banyak sekali para calon kepala daerah melakukan berbagai hal agar masyarkat mau memilih dirinya pada saat pemilihan tersebut di gelar. Mulai dari blusukan ke daerah-daerah, kampanye hingga dengan cara tidak baik. Salah satu cara tidak baik tersebut ialah Money Politic atau kita kenal dengan politik uang. Politik uang merupakan suatu kegiatan membeli hak suara pemilih oleh peserta pemilihan kepala daerah maupun tim suksesnya  untuk memenangkan seseorang.

Politik uang ini marak terjadi di masyarakat. Bahkan sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan sebagian masyarakat berpandapat agar tidak memilih peserta yang tidak memberikan mereka uang. Rasanya miris sekali mendengarkan masyarakat yang berkata seperti itu. Masyarakat seakan-akan sudah tidak perduli siapa yang akan menjadi pemimpin daerah mereka. Mereka hanya perduli sebarapa banyak uang yang mereka dapatkan jika memilih calon tersebut. Mereka beranggapan memilih calon yang memberikan mereka uang lebih baik dari pada yang tidak memberikan uang di karenakan mereka merasa kepala daerah tersebut tidak dapat membantu mereka sehingga dirasa sama saja.

Masyarakat sekarang cenderung melihat pemilihan kepala daerah sebagai peluang untuk mendapatkan materi. Hal ini bisa terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih rendah serta kurangnya edukasi dari dampak yang mereka dapatkan dari poltik uang ini. Hingga dengan mudahnya para calon pemilihan kepala daerah memanfaatkan kondisi ini agar mereka dapat menang dalam pemilihan. Dengan adanya politik uang mencoreng kepercayaan masyarakat kepada para peserta pemilihan kepala daerah. Hingga suatu pemilihan di anggap sudah tidak baik lagi karena banyak kecurangan didalamnya.

Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap suatu pemilihan yang akan diadakan serta sanksi yang sangat berat bagi para calon peserta yang berani melakukan politik uang dan yang menerima politik uang. Serta diperlukan pula edukasi untuk masyarakat akan ruginya menerima uang dari kegiatan politik uang yang dilakukan para calon peserta pemilihan. Masyarakat harus mengerti dampak yang mereka dapatkan dari politik uang ini. Sehingga tidak terjadi lagi politik uang dalam masyarakat yang pastinya akan merugi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *