PILKADA TANPA BERITA HOAX

PILKADA TANPA BERITA HOAX

Oleh : Salsabila Vilia
Mahasiswi program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Pelaksanaan pemilihan kepala Daerah (PILKADA) sudah sering kita gelar dalam 5 tahun sekali. Pada pelaksanaan ini sering terjadi ancaman dalam kedamaian penyelenggaraan PILKADA salah satunya adalah berita hoax. Berita hoax atau yg kita tau dengan berita bohong ini memiliki tujuan jahat (malicious deception). Mereka menyampaikan dan menyebarluaskan berita yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Jadi, disini mereka mempunyai fakta tapi tidak disampaikan sesuai dengan keadaan atau kenyataan yang terjadi. Atau bisa kita pahami sebagai penyebarluasan berita yang bahkan faktanya belum tentu ada. Untuk memenangkan suatu kompetensi kadang cara ini sering dipakai oleh beberapa kadidat. Karna berita seperti ini nama dan harga diri kadidat yang diberitakan menjadi jelek dan bisa membuat keresahan di masyarakat.

Efek berita hoax paling ringan, ialah meresahkan masyarakat dan yang paling parah, ialah yang menyebabkan traumatik bagi korbannya. Berita hoax dapat memicu munculnya distrust (prasangka dan ketidakpercayaan) akan hasil pilkada yang pada akhirnya akan menjadi lembar baru konflik di dalam masyarakat.

Agar PILKADA berjalan dengan damai, bersih dan tidak ada berita hoax, maka kita dapat melakukan perlawanan terhadap berita tersebut dengan cara : Pertama, sebarkan konten positif. Kedua, tidak terpengaruh dengan judul berita yang provokatif. Ketiga, lakukan verifikasi atau laporkan konten berita yang disinyalir hoax pada portal-portal yang khusus membahas berita hoax. Keempat, mengedukasi diri sendiri dan masyarakat agar mengetahui literasi digital dan paham bahaya hoax. Kelima, jangan ragu melaporkan pelaku penyebaran hoax yang sekiranya dapat memicu konflik sosial pada pihak yang berwajib. Kalau semuanya telah dilaksanakan dengan baik maka kita bisa mewujudkan PILKADA yang damai, bersih dan tidak akan menjumpai hal-hal yang bersifat negative lagi dalam pelaksanaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *