Opini

DEMOKRASI PEMILU DAN PERPOLITIKAN

Oleh : Sahona Mahasiswi Ilmu Pemerintahan STISIPOL raja haji Secara etimologis, kata Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos”  dan “kratos” Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang berarti kekuatan atau kekuasaan Sehingga demokrasi dapat di pahami sebagai kekuasaan rakyat. Lebih sederhananya Demokrasi merupakan sebuah sistem dalam pembentukan tatanan pemerintahan suatu negara, yang mana pemerintahannya diselenggarakan rakyat untuk rakyat dan  oleh rakyat. Untuk itu setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang

PEMILU DAN PEREMPUAN

Oleh : William Hendri Wakil Sekretaris ICMI Orda Kota Tanjungpinang Pemilihan Umum atau Pemilu merupakan rekruitmen orang-orang untuk menduduki jabatan politik tertentu seperti: anggota DPR, Kepala Daerah dan Presiden dengan tata cara yang diatur melalui peraturan perundang-undangan. Melalui Pemilu, rakyat memiliki kesempatan melakukan evaluasi terhadap peserta Pemilu, partai politik dan calon anggota DPR, untuk menentukan apakah mereka masih pantas diberi kepercayaan. Di samping itu, dalam proses menetukan pilihan terhadap calon

Klientelisme, Dilema Setiap Pilkada

Oleh: Robby PatriaMahasiswa Doktoral University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) Karakter yang mencolok dari demokrasi Indonesia adalah bahwa para pemenangnya -para elite yang memperoleh kekuasaan, prestise, dan kekayaan dari keterlibatan mereka dalam politik. Sejujurnya mereka juga merasakan kecemasan yang cukup besar tentang bagaimana demokrasi berjalan seperti sekarang ini. Bukan kabar angin, calon ada yang menggunakan uang untuk membeli perahu agar bisa mendapat tiket ke pilkada. Tapi disebut sebagai modal untuk menggerakkan

Peningkatan Partisipasi Pemilih Menjadi Tanggungjawab Bersama

Oleh: William Hendri Kasubag Teknis Pemilu & Hubungan Partisipasi Masyarakat Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang Penyelenggara Pemilihan Umum pada Pasal 22 E ayat (5) UUD 1945 menyebutkan bahwa “Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri”. Terkait hal ini, Prof. Jimly Asshiddiqie memberikan komentar dalam bukunya bahwa “komisi dimaksud hanya dirumuskan dengan huruf kecil yaitu, ‘suatu komisi pemilihan umum’, pasal ini tidak menentukan secara ekplisit apa